HomeBERITATerkait Kisruh Padepokan Nur Dzat Sejati, Wabup Blitar Rahmat Santoso : Kita...

Terkait Kisruh Padepokan Nur Dzat Sejati, Wabup Blitar Rahmat Santoso : Kita Akan Tinjau Ulang Perizinannya

Wakil Bupati Rahmat Santoso saat di wawancarai awak media terkait Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin

BLITAR, SMNNews.co.id – Terkait kisruh yang terjadi terhadap Padepokan Nur Dzat Sejati milik Samsudin atau Gus Samsudin tersebut di sikapi Pemerintah Kabupaten Blitar.

Dalam hal ini Pemkab Blitar melalui Wakil Bupati Rahmat Santoso menyampaikan bahwa terkait persoalan perizinan Padepokan Nur Dzat Sejati akan ditinjau ulang.

“Peninjauan ulang izin ini akan di lakukan bersama Polres Blitar dan Forkopimda, karena sudah menimbulkan polemik di tengah masyarakat dan berujung aksi demo,” jelas Wabup.

Baca Juga : Jelang Puncak Hari Jadi Blitar ke-698, Pemkab Blitar Gelar Bedhol Pusaka

Karena kata Rahmat Santoso, pihaknya tidak bisa tiba-tiba begitu saja mencabut izin padepokan tersebut.

“Harus ada tahapan yang perlu di lakukan, seperti meninjau ulang, pengecekan praktik dan sebagainya,” ungkap Rahmat Santoso, Kamis (04/08/22).

Maka dari itu, Wabup sampaikan bahwa pihaknya berjanji akan meninjau ulang terkait perizinan dan peninjauan apakah benar praktik atau kegiatan yang di laksanakan dalam padepokan tersebut sama dengan yang tertulis di izin usaha.

Baca Juga : Viral Terkait Perusakan Mobil yang Diduga Dilakukan Anggota Silat PSHT di Blitar, PSHT Cabang Kabupaten Blitar Adakan Jumpa Pers!

“Karena izin usahanya adalah sebagai pemijat dan yang mengeluarkan izin itu PTSP dan Dinkes atas rekomendasinya,” pungkas Wakil Bupati Blitar.

Untuk diketahui, Padepokan Nur Dzat Sejati tersebut ditutup sementara setelah adanya aksi demo yang di lakukan masyarakat setempat. (bonaji)

Temukan Berita Menarik Lainya Disini GOOGLE News !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

BERITA LAINYA

Ditolak Berhubungan Badan, Kakek di Ngawi Aniaya Istri Lalu Bunuh Diri

NGAWI, SMNNews.co.id - Mata Kawiti (61 thn) warga Dusun Bungur, Desa Gelung, Kecamatan Paron, berkaca-kaca. Suaranya bergetar lirih, menahan sedan, juga sakit atas luka...