Walikota Probolinggo Lounching Beras Medium

Walikota Rukmini didampingi para Pejabat Melounching Beras Medium di gudang Bulog kota Probolinggo.

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – Wali Kota Probolinggo Rukmini melaunching keberangkatan pasokan dan stabilitas harga beras medium tahun 2019, hari ini (2/1), dari Gudang Bulog Subdivre Probolinggo di Jalan Lumajang. Perum Bulog Subdivre Probolinggo hingga saat ini telah mendistribusikan beras Medium sejumlah 9,5 ton ke berbagai wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo.

Dengan rincian sebagai berikut, wilayah Bayeman 6,5 ton; wilayah Patalan 3 ton, wilayah Pertokoan Niaga (Pasar Baru) kota probolinggo 3 ton,wilayah Gending 2,5 ton dan 1,5 ton ke Pasar Dringu dan Randupangger. Sedangkan dari gudang Klaseman didistribusikan ke Kabupaten Probolinggo, diwilayah Kecamatan Wangkal 8 ton; 7 ton untuk Condong dan Tiris; Pasar Klenang 5 ton dan Pajarakan 1,5 ton.

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Rukmini, Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol inf. Ahmad Fauzi, Kasdim Probolinggo Mayor Teguh, Kepala Bulog subdivre, Asisten Perekonomian dan Pembangunan kota dan kabupaten probolinggo, juga Lumajang, Kepala DKUPP Kota dan Kabupaten Probolinggo, Lumajang dan Kepala Bagian Perekonomian, dan Kepala Tim pengendali harga.

Kepala Bulog Subdivre Probolinggo Heriswan dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa, Bulog sudah bekerjasama dengan stakeholder di Kota/Kabupaten Probolinggo sejak sebelum natal dan tahun baru. “Di Jakarta, harga beras medium mengalami kenaikan, semoga di Kota Probolinggo tetap stabil. Untuk itu kita melakukan kegiatan stabilitasi harga beras medium dengan kegiatan ini” jelasnya.

Lebih lanjut Kepala Bulog menjelaskan bahwa beras medium yang dijual Bulog kualitasnya cukup bagus, hasil dari pengadaan tahun 2018. Ketersediaan beras yang ada pun masih terbilang aman hingga enam bulan ke depan. Di pasaran, beras medium Bulog dijual seharga Rp 8500 per kilogram, dengan kemasan 5 kg sampai 50 kg.

Walikota Rukmini dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini (stabilitasi harga) menandakan kepada seluruh masyarakat kalau harga pangan selalu dimonitor. “Pemerintah betul-betul memberikan stabilitas harga. Kita bersama satgas pangan selalu melakukan pemantauan, insyaallah jika ada penjual toko besar atau pemilik gudang mau menimbun beras atau bahan pangan lainnya akan mikir-mikir lagi karena ada sanksi hukumnya,” katanya

Lebih lanjut Walikota Rukmini menyayangkan, jika ada oknum pedagang yang sengaja menimbun beras lalu menaikkan harga seenaknya sehingga semakin mahal. “Tidak boleh itu menimbun dan menaikkan harga seenaknya, harus hati-hati banget karena ada satgas pangan yang akan menindak,” tegasnya.

Hingga saat ini Pemerintah Kota Probolinggo selalu melakukan pembahasan permasalahan ekonomi dilakukan secara periodik,melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo.(edy)